Kelahiran dan masa kecil Pangeran
•Kelahiran Pangeran Kerajaan Sakya
Di kaki gunung Himalaya,Kapilavatthu terdapat sebuah kerajaan besar yaitu Kerajaan Sakya yang pemimpinnya merupakan seorang raja yg adil yaitu Raja Sudhodhana dan istinya bernama Ratu Mahamāyā(Devi Māyā).Raja dan istrinya sudah lama memimpikan seorg anak tp mrk blm punya ank jg sampai suatu saat,pd malam hari Sang Dewi memimpikan seekor gajah putih yang membawa sekuntum bunga teratai mengelilingiNya sebyk tiga kali dan masuk ke dalam perut bagian kanan Dewi.Sejak saat itu pun Dewi terjaga dan menceritakan mimpinya kepada Sang Raja.Raja memanggil para brahmana untuk mengartikan mimpi tersebut.Para brahmana mengartikan bahwa Dewi mengandung seorang putra yang kelak akan menjadi seorang Cakkvati(Raja dari para raja).Dan ternyata Sang Dewi memang mengandung,dan beliau dapat melihat dengan jelas bayi yg dikandungnya duduk dalam posisi meditasi dgn muka menghadap kedepan.
Sepuluh bulan kemudian Ratu memohon kepada Raja untuk melahirkan di rumah ibunya di Devadaha.Mereka berhenti di Taman Lumbini atas permintaan Sang Ratu utk melihat-lihat keindahan sekitar.Sesaat setelahnya Dewi Māyā merasakan perutnya kurang enak dan ingin melahirkan segera para pelayanNya menutupinya dengan kain dan Dewi melahirkan dengan berdiri dan satu tangannya memgang cabang pohon yang ada.Lahirlah Sang Pangeran.Pada saat itu tepat Bulan Purnama di Bulan Sidhi(Vaisak).Para Deva bersorak dan memandikannya dengan air suci dan teratai bumi bergetar kencang dan turunlah hujan Panas-Dingin.Sesaat setelah dilahirkan sang pangeran berjalan 7 langkah dan di setiap langkahnya muncul Bunga Teratai yang Bermekaran.Setelah 7 langkah tsb.Ia menunjuk jari telunjuk dan mengatakan"Akulah yang Teragung.Akulah yang terbesar.Akulah yang Tertua.Tiada kelahiran lain lagi bagiKu "
Pada saat yang sama makhluk-makhluk pun lahir bersamaan dengan lahirnya pangeran diantaranya: Putri Yasodhara(Putri dari Raja Suppabuddha yang berasal dari kerajaan Kolliya yang kelak menjadi istri Sang Pangeran),Kuda Putih Kanthaka(kelak menjadi kuda kesayangan pangeran),Channa(kelak menjadi kusir sekaligus pelayan setia Pangeran),Devadattha(sepupu pangeran ),Ananda,pohon Bodhi(yang kelak menjadi tempat bernaung petapa Gotama sebelum menjadi Buddha),Kaludayi(yang kelak mengundang Bhagava kembali ke Kapilavatthu,dan Nidhikumbhi(kendi tempat harta pusaka).
Tidak jauh dari taman itu seorang petapa bernama Asita yang mengetahui kejadian luar biasa itu segera menuju istana.Sesampainya di istana ia melihat 32 tanda manusia agung(Mahapurisa).Ia pun bersukacitta dan memberi hormat Sang raja pun ikut memberi hormat.Tiba",sang petapa menangis raja pun terheran dan menanyakannya.Sang petapa menjawab"saya bergembira karena telah lahir seorang Bodhistta yang kelak menjadi Budda"Raja pun merasa tidak enak karena ia tidak ingin Putranya menjadi Buddha tetapi Raja.Raja pun menanyakan kenapa ia menangis.Sang petapa menjawab lagi"Baginda,saya menangis karena saya sudah tua tidak mungkin dapat mendengar ajaran Sang Tathagatha"
Lima hari setelahnya,Raja mengundang 108 orang brahmana diantaranya terdapat 8 brahmana yang mahir meramal nasib yaitu : Rama,Dhaja,Lakkhana,Manti,Kondañña,Bhoja,Suyama,dan Sudatta seiring dengan merayakan kelahiran pangeran dan memilih nama yang cocok untuk pangeran.Mereka bersama" memilihkan sebuah nama yang cocok yaitu Siddhatta yang artinya Tercapailah Cita-Citanya.7 peramal meramalkan bahwa pangeran kelak menjadi Cakkavati(Raja dari para Raja)atau seorang Pemimpin Agama(Buddha).Hanya Kondañña(brahmana termuda) yang meramalkan bahwa Pangeran Siddhatta pasti menjadi Seorang Buddha.Mereka meramalkan bahwa pangeran akan pergi meninggalkan istana dan menjadi petapa jika melihat 4 peristiwa yaitu :Orang Tua,Orang Sakit,Orang Mati,dan Brahmana/Petapa.Raja menjadi sangat khawatir dan memerintahkan agar istana hanya ada orang" sehat dan muda.
7 hari setelah lahirnya pangeran,ibuNya,Ratu MahaMāyā wafat dan pangeran diasuh oleh adiknya yaitu,Devi Pajapatti Gotami.Devi Pajapatti mengasuhNya seperti mengasuh putarnya sendiri,pangeran Nanda.
Masa Pendidikan Pangeran Siddhatta Gotama
Pada usia 8 tahun,pangeran mempunyai seorang guru bernama Visvamitta.Para guru pangeran kagun akan kehebatan pangeran yang cepat memahami segalanya.Sehingga gurunya bersujud dan mengatakan "Bukan Aku,Hanya Kaulah yang Menjadi Guruku,Terimalah Hormatku"
Pada usia 12 tahun pangeran telah menguasai segala ilmu.Pangeran menjadi seorang yang penuh cinta kasih terhadap semua makhluk baik kaum" 4 kasta,para satva,dan semua mkhluk lainnya.
Menyelamatkan Seekor Angsa
Pada suatu saat ketika pangeran Siddhatta sedang bermain di istana bersama teman"nya,Pangeran Devadattha membidik dan melukai seekor angsa dengan panahnya tetapi pangeran Siddhatta yang lebih dulu menangkapnya dan dengan lembut mencabut panah tersebut dan memberikan obat pada lukanya itu.Devadatha yang baru saja tiba menuntut agar unggas itu diserahkan kepadanya tetapi pangeran siddhatta menolaknya dan terjadilah perselisihan dan masalah ini disampaikan kepada para bijak.Akhirnya salah satu dari bijak tersebut berseru "Semua makhluk patut menjadi milik mereka yang menyelamatkan atau menjaga hidup.Kehidupan tak pantas menjadi milik orang yang menghancurkannya.Angsa yang terluka ini masih hidup dan diselamatkan oleh Pangeran Siddhatta.Karena ini Angsa ini pantas menjadi milik penyelamatnya yaitu ,Pangeran Siddhatta!
Perayaan Membajak Sawah
Pada suatu waktu Raja membawa pangeran ke perayaan membajak sawah.Raja meninggalkan pangeran di kerumunan bersama para dayang istana dan raja sendiri pergi turun tangan dengan perayaan itu.Pangeran mengamati para kerbau yang menderita dicambuk dan pangeran juga mengamati rantai kehidupan yang sungguh menyedihkan.Pangeran Siddhatta merenungi apa yang dilihatnya meskipun ada makhluk yang berbahagia ada juga makhluk yang bersedih sehingga hatinya begitu bersimpati pada semua makhluk..Begitu para dayang menyadari pangeran tidak berada di kerumunan lagi mereka segera mencaribya dan terkejut ketika melihat pangeran yang sedang duduk di bawah pohon Bodhi dengan kaki bersila dalam meditasi yang dalam.Pada saat itu Pangeran telah menapai Jhana pertama.Para dayang segera memberi tau raja ttg hal ini.Raja dan petani yang berbonding bondong segera mengikuti mereka dan alangkah terkejutnya Sang Raja ketika melihat bayangan pohon jambu tidak berlawanan dengan sinar matahari(Tidak seperti biasanya)dan bayangan tersebut tetap berada memayungi San pangeran.Sang raja yang kagun melihatnya segera memberi hormat untuk yang Kedua kalinya.
~
Agama Buddha dan Ajarannya
Perbanyak Kebajikan , Kurangi Kejahatan , Sucikan Hati Dan Pikiran Inilah Inti Ajaran Para Buddha.
Namo Tassa Bhagavato Arahato SammaSamBuddhasa,
Namo Buddhaya,
Selasa, 07 Juli 2015
Selasa, 02 Juni 2015
Konsep KetidakKekalan dan Ketidak Pemilikan
Ketidak Kekalan
Segala sesuatu di dunia adalah tidak kekal.Seperti Setangkai Bunga yang lama kelamaan akan layu juga.Seperti halnya tubuh ini yang akan lapuk oleh berjalannya waktu dan pada akhirnya mencapai Parinnibhana(Wafat).Tidak peduli apapun itu suatu saat pasti rusak/lapuk oleh berjalannya waktu,buah,tanaman,bunga,bangunan,barang elektronik,termasuk segala maklhuk hidup baik makhluk tampak atau pun tidak tampak suatu saat pasti akan rusak.Bagian-bagian tubuh seperti halnya mata,telinga,kulit seiring dengan bertambahnya usia akan rusak.Orang tua matanya akan rabun,pendengarannya akan berkurang,kulitnya akan berkeriput,segala bagian tubuhnya akan mulai rusak,akan mulai terserang penyakit.
Bahkan Bumi ini suatu saat akan rusak/hancur juga.Dulu,hujan dan musim kemarau terjadi sesuai waktunya,sekarang,cuaca sudah menjadi ekstrim hujan tidak terjadi sesuai waktunya,bahkan musim dingin(salju) dan musim kemarau sudah terjadi tidak sesuai waktunya lagi.Afrika yang terkenal dengan suhunya yang panas,tetapi sekitar 1/2 thn yg lalu terjadi salju di Afrika.Tidak hanya disana di negara" lain jg terjadi seperti itu.Terjadi banyak fenomena alam yang tidak sesuai waktunya.Ini menandakan bumi pun sudah mulai rusak.Dan pada suatu saat akan terjadi kerusakan total atau kiamat.
Maka kesimpulannya adalah segala sesuatu tidaklah kekal termasuk diri anda sendiri dan jg dunia ini jadi janganlah melekat pada segala sesuatu yang fana ini.
Ketidak Pemilikan
Berhubungan dengan ketidak kekalan maka segala sesuatu didunia ini bukanlah milik kita.Bahkan nafas yang kita hirup juga akan dihembuskan kembali.Segala sesuatu di dunia ini hanya kita pinjam tapi bukan milik kita termasuk tubuh(Raga) ini.Kita akan selalu bertumimbal lahir,pada setiap tumimbal lahir kita akan meminjam raga,raga yang kita pinjam tidaklah selalu sama sesuai dengan karma kita.Jika karma kita buruk maka di kelahiran berikutnya akan mendapatkan Raga yang tidak bagus dan juga sebaliknya.Maka dari itu kita harus menghilangkan ke"aku"an ini.Kita tidak bisa menggangap bahwa sesuatu yang kita miliki adalah "punyaku" atau "milikku" karena segala sesuatu yang berbentuk itu tidaklah kekal dan kita hanya meminjamnya.Jika kita memahami konsep ini maka kita dapat mengurangi perbuatan buruk kita baik melalui jasmani(Kaya),pikiran(Mano),dan ucapan(Vaca).
Contoh : ada seorang anak perempuan kecil memukul seorang temannya lagi,temannya marah dan memukulnya balik.Temannya itu menukulnya balik karena apa?karena dia merasa bahwa anak perempuan itu memukulnya,karena tubuh ini adalah "milikku".Dengan merasa seperti itu maka dia memukulnya balik dan ini sudah melakukan perbuatan buruk melalui jasmani(Kaya).
Jadi apakah jika ada seseorang yang memukul "diriku" aku hrs diam saja?mungkin pertanyaan ini akan terlintas di pikiran anda.Sebenarnya kita harusnya berpikir bahwa itu adalah karmanya dia akan mendapatkan balasannya.Tetapi anda jangan memarahinya dengan kata" seperti itu.Karena berarti anda sudah mencaci maki orang lain dan itu juga merupakan sebuah karma yang akan berakibat buruk.Meskipun akibatnya tidak terlalu berat.Tapi jika anda masih belum bisa menerima,renungkanlah bahwa tidak ada yang kekal dan ini hanya kita pinjam saja.Dan jika anda masih belum bisa menerima berpikirlah,renungkanlah jika kita balas dia berarti kita juga bersalah dan akan berakibat dipukul olehnya lagu.Apa untungnya?nanti malah tubuh kita yang berakibat benjol".Dan jika kita balas lagi maka pembalasannya tidak akan habis.Ingatlah bahwa kebencian tidak akan berakhir jika dibalas dengan kebencian.Kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih.Jika kita telah dapat menerimanya maka anda boleh membalasnya dengan mengatakan "semoga anda berbahagia,diberkati oleh para dewa"Jika anda tidak bisa mengatakannya tidak apa apa tidak usah dikatakan.
Jika kita masih mengakui "Aku" dan "Milikku" itu lah yang disebut dengan kemelekatan dan karenanya kita tidak bisa terbebas dari roda samsara ini,penderitaan,lahir berulang ulang.Jika kita memahaminya dan melaksanakannya maka inilah yang disebut dengan ketidak melekatan dan jika kita sudah bisa tidak melekat maka kita bisa menjalani langkah selanjutnya untuk mengakhiri samsara ini.Tidak dipaksakan untuk melaksanakannya,karena setiap perbuatan harus dilakukan dengan tidak dipaksa barulah kita bisa mengakhiri samsara ini dan mencapai Nibbana.
Inilah yang hendaknya kerap kali kita renungkan..
Jika kita dapat memahami kebenaran dari pernyataan ini semoga kita dapat melaksanakannya.Bagi yang belum bisa memahami pernyataan ini semoga dia segera dapat memahaminya.
Sabbe satta Bhavantu Sukhitatta
Sabbe Satta Sukhi Hontu
Semoga semua makhluk turut berbahagia,bebas dari penderitaan,menyakiti dan disakiti,bebas dari membenci dan dibenci....
Segala sesuatu di dunia adalah tidak kekal.Seperti Setangkai Bunga yang lama kelamaan akan layu juga.Seperti halnya tubuh ini yang akan lapuk oleh berjalannya waktu dan pada akhirnya mencapai Parinnibhana(Wafat).Tidak peduli apapun itu suatu saat pasti rusak/lapuk oleh berjalannya waktu,buah,tanaman,bunga,bangunan,barang elektronik,termasuk segala maklhuk hidup baik makhluk tampak atau pun tidak tampak suatu saat pasti akan rusak.Bagian-bagian tubuh seperti halnya mata,telinga,kulit seiring dengan bertambahnya usia akan rusak.Orang tua matanya akan rabun,pendengarannya akan berkurang,kulitnya akan berkeriput,segala bagian tubuhnya akan mulai rusak,akan mulai terserang penyakit.
Bahkan Bumi ini suatu saat akan rusak/hancur juga.Dulu,hujan dan musim kemarau terjadi sesuai waktunya,sekarang,cuaca sudah menjadi ekstrim hujan tidak terjadi sesuai waktunya,bahkan musim dingin(salju) dan musim kemarau sudah terjadi tidak sesuai waktunya lagi.Afrika yang terkenal dengan suhunya yang panas,tetapi sekitar 1/2 thn yg lalu terjadi salju di Afrika.Tidak hanya disana di negara" lain jg terjadi seperti itu.Terjadi banyak fenomena alam yang tidak sesuai waktunya.Ini menandakan bumi pun sudah mulai rusak.Dan pada suatu saat akan terjadi kerusakan total atau kiamat.
Maka kesimpulannya adalah segala sesuatu tidaklah kekal termasuk diri anda sendiri dan jg dunia ini jadi janganlah melekat pada segala sesuatu yang fana ini.
Ketidak Pemilikan
Berhubungan dengan ketidak kekalan maka segala sesuatu didunia ini bukanlah milik kita.Bahkan nafas yang kita hirup juga akan dihembuskan kembali.Segala sesuatu di dunia ini hanya kita pinjam tapi bukan milik kita termasuk tubuh(Raga) ini.Kita akan selalu bertumimbal lahir,pada setiap tumimbal lahir kita akan meminjam raga,raga yang kita pinjam tidaklah selalu sama sesuai dengan karma kita.Jika karma kita buruk maka di kelahiran berikutnya akan mendapatkan Raga yang tidak bagus dan juga sebaliknya.Maka dari itu kita harus menghilangkan ke"aku"an ini.Kita tidak bisa menggangap bahwa sesuatu yang kita miliki adalah "punyaku" atau "milikku" karena segala sesuatu yang berbentuk itu tidaklah kekal dan kita hanya meminjamnya.Jika kita memahami konsep ini maka kita dapat mengurangi perbuatan buruk kita baik melalui jasmani(Kaya),pikiran(Mano),dan ucapan(Vaca).
Contoh : ada seorang anak perempuan kecil memukul seorang temannya lagi,temannya marah dan memukulnya balik.Temannya itu menukulnya balik karena apa?karena dia merasa bahwa anak perempuan itu memukulnya,karena tubuh ini adalah "milikku".Dengan merasa seperti itu maka dia memukulnya balik dan ini sudah melakukan perbuatan buruk melalui jasmani(Kaya).
Jadi apakah jika ada seseorang yang memukul "diriku" aku hrs diam saja?mungkin pertanyaan ini akan terlintas di pikiran anda.Sebenarnya kita harusnya berpikir bahwa itu adalah karmanya dia akan mendapatkan balasannya.Tetapi anda jangan memarahinya dengan kata" seperti itu.Karena berarti anda sudah mencaci maki orang lain dan itu juga merupakan sebuah karma yang akan berakibat buruk.Meskipun akibatnya tidak terlalu berat.Tapi jika anda masih belum bisa menerima,renungkanlah bahwa tidak ada yang kekal dan ini hanya kita pinjam saja.Dan jika anda masih belum bisa menerima berpikirlah,renungkanlah jika kita balas dia berarti kita juga bersalah dan akan berakibat dipukul olehnya lagu.Apa untungnya?nanti malah tubuh kita yang berakibat benjol".Dan jika kita balas lagi maka pembalasannya tidak akan habis.Ingatlah bahwa kebencian tidak akan berakhir jika dibalas dengan kebencian.Kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih.Jika kita telah dapat menerimanya maka anda boleh membalasnya dengan mengatakan "semoga anda berbahagia,diberkati oleh para dewa"Jika anda tidak bisa mengatakannya tidak apa apa tidak usah dikatakan.
Jika kita masih mengakui "Aku" dan "Milikku" itu lah yang disebut dengan kemelekatan dan karenanya kita tidak bisa terbebas dari roda samsara ini,penderitaan,lahir berulang ulang.Jika kita memahaminya dan melaksanakannya maka inilah yang disebut dengan ketidak melekatan dan jika kita sudah bisa tidak melekat maka kita bisa menjalani langkah selanjutnya untuk mengakhiri samsara ini.Tidak dipaksakan untuk melaksanakannya,karena setiap perbuatan harus dilakukan dengan tidak dipaksa barulah kita bisa mengakhiri samsara ini dan mencapai Nibbana.
Inilah yang hendaknya kerap kali kita renungkan..
Jika kita dapat memahami kebenaran dari pernyataan ini semoga kita dapat melaksanakannya.Bagi yang belum bisa memahami pernyataan ini semoga dia segera dapat memahaminya.
Sabbe satta Bhavantu Sukhitatta
Sabbe Satta Sukhi Hontu
Semoga semua makhluk turut berbahagia,bebas dari penderitaan,menyakiti dan disakiti,bebas dari membenci dan dibenci....
Minggu, 01 Februari 2015
Kamma dan Punabhava(hukum karma dan tumimbal lahir)
Hukum karma dan Tumimbal lahir merupakan Hukum Alam yang terjadi pada semua mahkluk.Baik manusia,hewan,para dewa,para setan bahkan para iblis sekalipun.
Hukum karma adalah hukum sebab akibat,hukum yang berbunyi bahwa segala perbuatan akan berakibat baik di kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang.Sekecil apapun perbuatan tersebut pasti akan berbuah.
Tumimbal lahir adalah kelahiran kembali semua mahkluk sesuai dengan karmanya pada masa lampau.
A.Hukum Karma
Hukum Karma berlaku pada siapa saja,di mana saja,kapan saja.Hukum karma tidak mengenal waktu,usia,manusia,dewa,hewan,setan atau makhluk apa pun.Apa yang kita peroleh maka apa yang akan didapat.Seperti kita menanam bibit mangga maka akan tumbuh pohon mangga. Contohnya:Jika kita dirampok maka itu adalah akibat dari sebab yang lalu berarti pada masa lalu kita pernah merampok orang laun atau perbuatan buruk lainnya(akusala kamma) begitu juga dengan orang yang merampoknya juga akan mendapat akibatnya.
B.Tumimbal Lahir / Kelahiran Kembali (Punabhava)
Menurut Agama Buddha semua mahkluk akan terlahir kembali di 31 alam kehidupan.Alam kehidupan ada yang menderita ada juga alam kehidupan yang bahagia.Terlahir kemana kita kelak tergantung dengan karma(perbuatan) kita pada masa lampau.Kita dapat terlahir sebagai binatang,setan,iblis ,dan dewa.
Inilah karma dan tumimbal lahir yang telah ditemukan dan diajarkan oleh Sang Bhagava.
Hukum karma adalah hukum sebab akibat,hukum yang berbunyi bahwa segala perbuatan akan berakibat baik di kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang.Sekecil apapun perbuatan tersebut pasti akan berbuah.
Tumimbal lahir adalah kelahiran kembali semua mahkluk sesuai dengan karmanya pada masa lampau.
A.Hukum Karma
Hukum Karma berlaku pada siapa saja,di mana saja,kapan saja.Hukum karma tidak mengenal waktu,usia,manusia,dewa,hewan,setan atau makhluk apa pun.Apa yang kita peroleh maka apa yang akan didapat.Seperti kita menanam bibit mangga maka akan tumbuh pohon mangga. Contohnya:Jika kita dirampok maka itu adalah akibat dari sebab yang lalu berarti pada masa lalu kita pernah merampok orang laun atau perbuatan buruk lainnya(akusala kamma) begitu juga dengan orang yang merampoknya juga akan mendapat akibatnya.
B.Tumimbal Lahir / Kelahiran Kembali (Punabhava)
Menurut Agama Buddha semua mahkluk akan terlahir kembali di 31 alam kehidupan.Alam kehidupan ada yang menderita ada juga alam kehidupan yang bahagia.Terlahir kemana kita kelak tergantung dengan karma(perbuatan) kita pada masa lampau.Kita dapat terlahir sebagai binatang,setan,iblis ,dan dewa.
Inilah karma dan tumimbal lahir yang telah ditemukan dan diajarkan oleh Sang Bhagava.
Langganan:
Komentar (Atom)