Ketidak Kekalan
Segala sesuatu di dunia adalah tidak kekal.Seperti Setangkai Bunga yang lama kelamaan akan layu juga.Seperti halnya tubuh ini yang akan lapuk oleh berjalannya waktu dan pada akhirnya mencapai Parinnibhana(Wafat).Tidak peduli apapun itu suatu saat pasti rusak/lapuk oleh berjalannya waktu,buah,tanaman,bunga,bangunan,barang elektronik,termasuk segala maklhuk hidup baik makhluk tampak atau pun tidak tampak suatu saat pasti akan rusak.Bagian-bagian tubuh seperti halnya mata,telinga,kulit seiring dengan bertambahnya usia akan rusak.Orang tua matanya akan rabun,pendengarannya akan berkurang,kulitnya akan berkeriput,segala bagian tubuhnya akan mulai rusak,akan mulai terserang penyakit.
Bahkan Bumi ini suatu saat akan rusak/hancur juga.Dulu,hujan dan musim kemarau terjadi sesuai waktunya,sekarang,cuaca sudah menjadi ekstrim hujan tidak terjadi sesuai waktunya,bahkan musim dingin(salju) dan musim kemarau sudah terjadi tidak sesuai waktunya lagi.Afrika yang terkenal dengan suhunya yang panas,tetapi sekitar 1/2 thn yg lalu terjadi salju di Afrika.Tidak hanya disana di negara" lain jg terjadi seperti itu.Terjadi banyak fenomena alam yang tidak sesuai waktunya.Ini menandakan bumi pun sudah mulai rusak.Dan pada suatu saat akan terjadi kerusakan total atau kiamat.
Maka kesimpulannya adalah segala sesuatu tidaklah kekal termasuk diri anda sendiri dan jg dunia ini jadi janganlah melekat pada segala sesuatu yang fana ini.
Ketidak Pemilikan
Berhubungan dengan ketidak kekalan maka segala sesuatu didunia ini bukanlah milik kita.Bahkan nafas yang kita hirup juga akan dihembuskan kembali.Segala sesuatu di dunia ini hanya kita pinjam tapi bukan milik kita termasuk tubuh(Raga) ini.Kita akan selalu bertumimbal lahir,pada setiap tumimbal lahir kita akan meminjam raga,raga yang kita pinjam tidaklah selalu sama sesuai dengan karma kita.Jika karma kita buruk maka di kelahiran berikutnya akan mendapatkan Raga yang tidak bagus dan juga sebaliknya.Maka dari itu kita harus menghilangkan ke"aku"an ini.Kita tidak bisa menggangap bahwa sesuatu yang kita miliki adalah "punyaku" atau "milikku" karena segala sesuatu yang berbentuk itu tidaklah kekal dan kita hanya meminjamnya.Jika kita memahami konsep ini maka kita dapat mengurangi perbuatan buruk kita baik melalui jasmani(Kaya),pikiran(Mano),dan ucapan(Vaca).
Contoh : ada seorang anak perempuan kecil memukul seorang temannya lagi,temannya marah dan memukulnya balik.Temannya itu menukulnya balik karena apa?karena dia merasa bahwa anak perempuan itu memukulnya,karena tubuh ini adalah "milikku".Dengan merasa seperti itu maka dia memukulnya balik dan ini sudah melakukan perbuatan buruk melalui jasmani(Kaya).
Jadi apakah jika ada seseorang yang memukul "diriku" aku hrs diam saja?mungkin pertanyaan ini akan terlintas di pikiran anda.Sebenarnya kita harusnya berpikir bahwa itu adalah karmanya dia akan mendapatkan balasannya.Tetapi anda jangan memarahinya dengan kata" seperti itu.Karena berarti anda sudah mencaci maki orang lain dan itu juga merupakan sebuah karma yang akan berakibat buruk.Meskipun akibatnya tidak terlalu berat.Tapi jika anda masih belum bisa menerima,renungkanlah bahwa tidak ada yang kekal dan ini hanya kita pinjam saja.Dan jika anda masih belum bisa menerima berpikirlah,renungkanlah jika kita balas dia berarti kita juga bersalah dan akan berakibat dipukul olehnya lagu.Apa untungnya?nanti malah tubuh kita yang berakibat benjol".Dan jika kita balas lagi maka pembalasannya tidak akan habis.Ingatlah bahwa kebencian tidak akan berakhir jika dibalas dengan kebencian.Kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih.Jika kita telah dapat menerimanya maka anda boleh membalasnya dengan mengatakan "semoga anda berbahagia,diberkati oleh para dewa"Jika anda tidak bisa mengatakannya tidak apa apa tidak usah dikatakan.
Jika kita masih mengakui "Aku" dan "Milikku" itu lah yang disebut dengan kemelekatan dan karenanya kita tidak bisa terbebas dari roda samsara ini,penderitaan,lahir berulang ulang.Jika kita memahaminya dan melaksanakannya maka inilah yang disebut dengan ketidak melekatan dan jika kita sudah bisa tidak melekat maka kita bisa menjalani langkah selanjutnya untuk mengakhiri samsara ini.Tidak dipaksakan untuk melaksanakannya,karena setiap perbuatan harus dilakukan dengan tidak dipaksa barulah kita bisa mengakhiri samsara ini dan mencapai Nibbana.
Inilah yang hendaknya kerap kali kita renungkan..
Jika kita dapat memahami kebenaran dari pernyataan ini semoga kita dapat melaksanakannya.Bagi yang belum bisa memahami pernyataan ini semoga dia segera dapat memahaminya.
Sabbe satta Bhavantu Sukhitatta
Sabbe Satta Sukhi Hontu
Semoga semua makhluk turut berbahagia,bebas dari penderitaan,menyakiti dan disakiti,bebas dari membenci dan dibenci....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar